Halangan-halangan Nikah (7)
KATEKESE

By RP. Thomas Suratno, SCJ 30 Sep 2018, 22:03:47 WIB Surat Gembala
Halangan-halangan Nikah (7)

Keterangan Gambar : Halangan-halangan Nikah (7)


Sebagai kelanjutan katekese kita tentang Halangan Ni-kah Beda Agama, sekarang saya mau mengatakan bahwa sebagai norma hukum, halangan nikah beda agama merupakan undang-undang yang sifatnya semata-mata gerejawi. Namun, dari sudut bahaya terhadap iman katolik dan pendidikan iman anak-anak, halangan tersebut bersumber dari hukum ilahi, yang mewajibkan orang untuk tidak melakukan apa pun yang dapat membahayakan imannya. Sebagai norma gerejawi, halangan tersebut bisa terhenti dengan pembaptisan dalam Gereja katolik dari pihak yang tidak dibaptis. Kalau ia dibaptis dalam gereja non-katolik, maka halangan beda agama terhenti namun terkena larangan perkawinan campur beda Gereja (kan 1124). Halangan beda agama juga terhenti dengan dispensasi dari Ordinaris wilayah berdasarkan alasan yang wajar, masuk akal dan mendesak (kan 1086§2). Selain itu dispensasi dari halangan beda agama hanya diberikan setelah meme-nuhi syarat-syarat yang bersumber dari hukum moral, yakni:

1. Pihak katolik menyatakan bersedia menjauhkan bahaya meninggalkan iman serta memberikan janji dengan jujur bahwa ia akan berbuat segala sesuatu dengan sekuat tenaga, agar semua anaknya dibaptis dan dididik dalam Gereja katolik (kan 1125,10).

2. Pihak yang non-katolik diberitahu pada waktunya mengenai janji-janji yang harus dibuat pihak katolik, sedemikian sehingga jelas bahwa ia sadar akan janji dan kewajiban pihak katolik (kan 1125,20).

3. Kedua pihak hendaknya diberi penjelasan mengenai tujuan-tujuan serta sifat-sifat hakiki perkawinan, yang tidak boleh dikecualikan oleh seorang pun dari keduanya (kan 1125,30).

Sebagai norma yang sifatnya semata-mata gerejawi, halangan nikah beda agama hanya mengikat orang-orang katolik dan mereka yang menikah dengan orang katolik. Yang dimaksud dengan “pihak katolik” dalam perkawinan campur beda agama atau beda Gereja ialah orang yang telah dibaptis dalam Gereja katolik atau dibaptis dalam Gereja non-katolik dan kemudian diterima di dalamnya, dan tidak meninggalkan Gereja katolik secara resmi. Dengan demikian, orang yang telah meninggalkan Gereja katolik (pindah agama atau Gereja) secara resmi (dengan tindakan atau pernyataan formal yang bisa dibuktikan secara yuridis) tidak terkena larangan nikah beda Gereja atau halangan nikah beda agama. Alasannya tidaklah masuk akal mengikat seseorang dengan ajaran dan norma Gereja katolik atau mewajibkan dia untuk melindungi iman katolik, sementara yang bersangkutan justru telah melepaskan atau sengaja menolak iman katolik itu sendiri. Juga tidak terkena halangan beda agama: (i) katekumen yang ingin dibaptis katolik, (ii) orang-orang yang dibaptis dalam gereja atau komunitas non-katolik, kecuali kalau kemudian diterima dalam Gereja katolik dan tidak meninggalkannya secara resmi.

Namun bisa terjadi bahwa pada saat pernikahan diteguhkan salah satu pihak jelas-jelas katolik, sedangkan pihak yang lain sekedar dianggap oleh umum sebagai sudah dibaptis atau baptisannya diragukan, karena tidak ada bukti yuridis mengenai pembaptisannya. Apakah perkawinan tersebut bisa dianggap perkawinan yang sah dan sakramental tanpa dispensasi dari halangan beda agama? Menurut kan 1086§3 perkawinan tersebut pertama-tama diandaikan sah. Kan 1060 menegaskan secara umum bahwa perkawinan mendapat perlindungan hukum; karena itu dalam keragu-raguan haruslah dipertahankan sahnya perkawinan, sampai dibuktikan kebalikannya. Namun pengandaian sahnya ini bukanlah harga mati. Jika kemudian bisa dibuktikan menurut norma hukum bahwa pada saat pernikahan diteguhkan pihak yang satu benar-benar katolik dan pihak yang lain itu ternyata benar-benar tidak dibaptis, maka perkawinan tersebut harus dianggap tidak sah karena adanya halangan beda agama, yang tidak didispensasi. Di hadapan kebenaran yang riil dan faktual, pengandaian dan perlindungan hukum gugur dengan sendirinya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Foto Wilayah - Lingkungan