HARI PERINGATAN/PENGENANGAN
ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN

By RP. Thomas Suratno, SCJ 20 Okt 2018, 20:13:09 WIB Surat Gembala
HARI PERINGATAN/PENGENANGAN

Keterangan Gambar : HARI PERINGATAN/PENGENANGAN


Katekese tentang ‘Halangan-halangan Nikah’ berhenti sementara (selama dua minggu) dan saya selingi dengan 2 bagian tulisan tentang ‘Hari Peringatan Arwah Semua Orang Beriman’. (21 & 28 Oktober 2018)

( 2 NOPEMBER ) – Bagian 1

Sejak masa awal perkembangan agama Kristen, umat Kris-tiani telah mendoakan keluarga dan teman yang sudah meninggal dunia. Hal ini dibutktikan dengan adanya doa tertulis di kata-kombe. Di dalam Kitab Suci, praktik mendoakan keluarga yang te-lah meninggal tercatat pada kitab Makabe (2 Makabe 12: 38-45: Maka segeralah mereka semua yang ada di tempat itu memuliakan Tuhan dan berdoa memohon Tuhan menghapuskan dosa-dosa mere-ka semua serta dikumpulkan uang untuk dikirimkan ke Yerusalem supaya para Imam di Bait Alah mempersembahkan korban pengha-pusan dosa bagi mereka yang gugur itu. Yudas dan anak buahnya melakukan ini karena mereka percaya bahwa mereka yang gugur itu akan bangkit.) dan; Kitab Putra Sirakh (Sirakh 7:33 juga ditu-liskan bahwa “Hendaklah kemurahan hatimu meliputi semua orang yang hidup, tapi orang matipun jangan kau kecualikan pula dari kerelaanmu”. Ayat ini mempunyai pengertian bahwa bantuan me-lalui doa-doa dan persembahan kepada orang yang sudah men-dahului kita tidak akan sia-sia, karena itulah bentuk perhatian dan bantuan kita secara rohani kepada mereka). Kedua kitab tersebut. di atas termasuk dalam kelompok Kitab Deuterokanonika yang ti-dak diakui oleh Gereja Kristen Protestan. Di sinilah letak perbe-daannya. Kemudian dalam 2 Timotius 1:16-18 dimana Santo Pau-lus berdoa untuk Onesiforus yang telah meninggal dunia.

Kitab Perjanjian Baru secara implisit mengajarkan adanya masa pemurnian yang dialami umat beriman setelah kematian yang kita kenal dengan “Api Penyucian”. Yesus mengajarkan seca-ra tidak langsung bahwa ada dosa-dosa yang dapat diampuni se-telah kehidupan di dunia ini, (lih. Mat 12: 32) dan ini mengisyarat-kan adanya tempat/keadaan yang bukan Surga -karena di Surga ti-dak ada dosa; dan bukan pula neraka -karena di neraka sudah tidak ada lagi pengampunan dosa. Rasul Paulus mengatakan bahwa kita diselamatkan, “tetapi seolah melalui api” (1 Kor 3:15). Para Bapa Gereja, termasuk St. Agustinus (dalam Enchiridion of Faith, Hope and Love dan City of God), merumuskannya dalam ajaran akan adanya pemurnian jiwa setelah kematian.

Melalui sejarah yang panjang, pada abad ke-6, komunitas Benediktin memperingati umat yang telah meninggal pada perayaan Pentakosta. Pada tahun 998, perayaan hari arwah menjadi peringatan umum di bawah pengaruh rahib Odilo dari Biara Cluny. Mulai saat itu, perayaan arwah diadakan setiap tanggal 2 November di kalangan ordo Benediktin, biara Carthusian, gereja Anglikan, dan sebagian gereja Lutheran. Perayaan liturgi dalam Ritus Roma (Katolik) secara resmi menyebutnya "Peringatan Arwah Semua Orang Beriman".

Maka sampai saat ini Peringatan Arwah Semua Orang Beriman dirayakan setiap tang-gal 2 November, yaitu sehari setelah peringatan Hari Raya Semua Orang Kudus. Mereka yang telah meninggal dunia (yang sekarang masih berada dalam “Api Penyucian”) dapat memperoleh indulgensi (bahasa Inggris: indulgence, bahasa Latin: indulgentia) adalah penghapusan hukuman atau siksa dosa sementara/temporal atas dosa yang sudah diam-puni. Doktrin atau ajaran ini hanya dikenal di Gereja Katolik, dan pada praktiknya berhu-bungan erat dengan daya guna pengampunan dosa dari Sakramen Tobat), - baik indulgensi penuh ataupun sebagian, jika umat yang masih hidup melakukan perbuatan tertentu dan memenuhi persyaratan yang ditentukan. [Dalam penanggalan Liturgi 2017, 1 Nopember 2017 Hari Raya Semua Orang Kudus, di bawah (dalam catatan) disebutkan bahwa (1). Da-lam rangka “pengenangan arwah semua orang beriman” tgl. 2 Nopember besok, setiap orang kristiani dapat memperoleh indulgensi penuh bagi orang yang sudah meninggal. (2). Caranya: mengunjungi makam dan atau mendoakan arwah orang yang sudah meninggal. * yang menjalankan setiap hari dari tanggal 1 s/d 8 November memperoleh indulgensi penuh, * yang menjalankan pada hari-hari lain, memperoleh indulgensi sebagian.]

Makna Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Dari keterangan-keterangan yang ada tidak disebutkan mengapa dipilih bulan No-vember dan bukan bulan- bulan yang lain untuk peringatan arwah ini. Namun jika kita me-lihat kepada kalender liturgi Gereja, maka kita mengetahui bahwa bulan November meru-pakan akhir tahun liturgi, sebelum Gereja memasuki tahun liturgi yang baru pada masa Adven sebelum merayakan Natal (Kelahiran Kristus). Maka sebelum mempersiapkan ke-datangan Kristus, kita diajak untuk merenungkan terlebih dahulu akan kehidupan semen-tara di dunia; tentang akhir hidup kita kelak, agar kita dapat akhirnya nanti tergabung dalam bilangan para kudus di surga. Kita juga diajak untuk merenungkan makna kematian, dengan mendoakan para saudara-saudari kita yang telah mendahului kita. Juga, pada bu-lan November ini, bacaan-bacaan Misa Kudus adalah tentang akhir dunia, yaitu untuk me-ngingatkan kita tentang akhir hidup kita yang harus kita persiapkan dalam persekutuan dengan Kristus. Harapannya adalah, dengan merenungkan akhir hidup kita di dunia, kita akan lebih dapat lagi menghargai Misteri Inkarnasi Allah (pada hari Natal) yang memung-kinkan kita untuk dapat bergabung dalam bilangan para kudus-Nya dalam kehidupan ke-kal di surga. à BERSAMBUNG (2)

(Disadur dari berbagai sumber).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Foto Wilayah - Lingkungan