IMAN YANG MENGGERAKKAN dan MELULUHKAN HATI TUHAN

By RP. Thomas Suratno, SCJ 07 Des 2017, 16:01:14 WIB Surat Gembala
IMAN YANG MENGGERAKKAN dan  MELULUHKAN HATI TUHAN

Saudara-saudari yang terkasih,

 

Setiap kali kita membaca dan merenungkan perikop In­jil Mat 15:21-28 ini, sangat mungkin bahwa kita selalu me­rasa tertantang. Hati kita sangat tersentuh. Kita ber­tanya-tanya, apa yang akan saya perbuat jika saya diper­lakukan sedemikian?

 

"Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." Pada awalnyaYesus tidak bereaksi dan tidak menjawab pe­rem­puan ini barang sepatah katapun! Seberapa sering ki­ta berdoa pada Bapa di surga dan tidak ada jawaban? Se­olah-olah Allah tidak peduli pada keberadaan kita! Dan kita berkata dalam hati, "Kukira Engkau penuh kemura­han dan penuh segala macam kebaikan seperti yang per­nah kudengar dari gereja, tapi lihatlah, Engkau bahkan ti­dak menjawabku! Jika Engkau tidak mau menjawab doa­ku, katakan saja 'Tidak'. Tetapi Engkau bahkan tidak ber­kata apapun kepadaku!"

 

Sekalipun Yesus tidak menjawab seruannya, perempuan ini tetap teguh. Dia tidak pergi. Luar biasa! Namun sete­lah tidak menjawab seruan perempuan itu, Yesus seolah-olah ingin menambah kepedihan perempuan ini, "Aku di­u­tus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." Ditambah lagi "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."  … Dia dianggap orang asing, dan di mata orang Ya­hudi, dia termasuk anjing."


Tamatlah sudah! Setelah mendengar ucapan semacam itu, kita pasti tidak mau melanjutkan renungan ini lagi. Kita bisa merasakan isi hati ibu itu … "Engkau ti­dak mau menjawab saya, itu saja sudah cukup buruk, namun menyebutku dengan “anjing”, itu jelas bukan kebaikan hati. Ini seharusnya bukan ucapan yang keluar dari mulut seorang rabi. Tidak! Saya tidak terima ini." … Benar bukan? Sangat mungkinlah kita akan bereaksi seperti itu sebagai tanggapan kita?

 

Saya telah bertemu dengan banyak orang yang mengatakan, "Saya berdoa tetapi Allah tidak menjawab saya. Saya tidak mau lanjutkan lagi! Cukukuplah!" Dan ten­tu saja kita dapat bersimpati padanya. … Baiklah, Tuhan tidak menjawab, ber­arti kita berhak untuk pergi. Namun ingatlah akan satu hal bahwa saya justru tidak pernah berhenti mengagumi ibu dalam Injil itu. Dia tabah, dia teguh dan te­tap percaya bahwa Yesus akan mengabulkan permohonannya.

 

Saudara-saudari yang terkasih,

 

Saya pernah berkhotbah tentang ketabahan dan keteguhan rohani dan saya ber­ulangkali menyebutkan tentang perempuan dalam Injil ini (orang Sirofenisia). Dia sangat mengagumkan. Saya selalu mengatakan bahwa di dalam Kerajaan Al­lah, di tempat yang paling tinggi, di sebelah kanan takhta Yesus, yang akan du­duk di sana kemungikan bukanlah Uskup, bukanlah orang-orang seperti saya (pas­tor), atau penginjil terkenal yang kemungkinan akan mendapat tempat yang sangat rendah, namun yang akan duduk di sebelah kanan takhta itu adalah orang yang tidak dikenal apalagi terkenal, seorang perempuan, yang bahkan bukanlah orang Yahudi, dia bahkan bukan orang asing yang terhormat, melainkan hanya seorang Kanaan, yang tidak berasal dari keluarga terpandang, melainkan yang anaknya kerasukan setan, orang kecil di tengah masyarakat ini yang tidak mam­pu memamerkan gelar apapun, dia hanya seorang perempuan, bahkan bukan pe­rempuan yang terdidik, dialah yang akan ada di takhta Allah.

 

Setelah ibu itu dengan segala ketabahan dan keteguhan imannya, dia berkata "Be­nar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuan­nya," akhirnya kita tahu bahwa Yesus berkata kepada ibu itu, ‘Hai ibu, besar iman­mu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki’. Dan seketika itu juga anaknya sembuh.  Luar biasa!

 

Apapun yang kita kehendaki, kita akan mendapatkannya jika kita memiliki iman sebesar kepercayaan ibu itu, orang Sirofenisia, yang dianggap kafir. Saya akan se­lalu berdoa kepada Allah supaya saya dan saudara-saudari yang terkasih bisa memiliki iman semacam itu. Mengapa? Karena ini adalah iman yang sangat in­dah, penuh daya yang dapat menggerakkan dan meluluhkan hati Tuhan.

 

Semoga kita semua diberkati Tuhan.

RP. Thomas Suratno, SCJ

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Foto Wilayah - Lingkungan