KATEKESE LITURGI (12)
KATEKESE LITURGI (12)

By Oleh : RP. Thomas Suratno, SCJ 19 Des 2017, 16:20:13 WIB Surat Gembala
KATEKESE LITURGI (12)

Keterangan Gambar : KATEKESE LITURGI


"KATEKESE LITURGI (12)"

 

Makna Liturgi

Setelah kita melihat gedung gereja kita dan segala sesuatu yang ada di dalam gereja kita sehubungan dengan perayaan liturgi. Maka sekarang saya akan mengajak untuk mengetahui apa sebenarnya Liturgi itu. Paus Pius XII dalam Surat Ensikliknya tentang Liturgi Suci, Mediator Dei (20 Nopember 1947) menolak dua dari antara definisi-definisi yang diajukan: "Anggapan bahwa liturgi suci hanyalah kulit luar yang tampak dari ibadat ilahi, atau sekedar sebagai suatu upacara yang bersifat hiasan belaka, adalah salah. Pandangan lain yang menganggap bahwa liturgi hanya berisi sederet aturan dan petunjuk yang dibuat oleh hirarki gerejawi sebagai ritus suci yang harus dilaksanakan, juga sama salahnya." Lalu Paus Pius XII sendiri memberikan definisi sbb.: "Liturgi adalah ibadat publik yang dilakukan oleh Penebus kita sebagai Kepala Gereja kepada Allah Bapa dan juga ibadat yang dilakukan oleh komunitas umat beriman kepada Pendirinya [Kristus], dan melalui Dia kepada Bapa. Singkatnya, liturgi adalah ibadat penyem-bahan yang dilaksanakan oleh Tubuh Mistik Kristus secara keseluruhan, yaitu Kepala dan anggota-anggotanya."

Kemudian Konsili Vatikan II (4 Desember 1963) dalam dokumen Konstitusi Liturgi, Sacrosanctum Concilium (SC): "Maka, benarlah bahwa liturgi dipandang sebagai pelaksanaan tugas imamat Yesus Kristus. Di dalam liturgi, dengan tanda-tanda lahiriah, pengudusan manusia dilambangkan dan di-hasilkan dengan cara yang layak bagi masing-masing tanda ini; di dalam Liturgi, seluruh ibadat publik dilaksanakan oleh Tubuh Mistik Yesus Kristus, yakni Kepala beserta para anggota-Nya. Oleh karena itu setiap perayaan liturgis sebagai karya Kristus sang Imam serta Tubuh-Nya yakni Gereja, merupakan kegiatan suci yang sangat istimewa. Tidak ada tindakan Gereja lainnya yang menandingi daya dampak-nya dengan dasar yang sama serta dalam tingkatan yang sama." (SC 7)

Dari definisi-definisi yang diakui oleh Gereja Katolik nampaklah bahwa makna dan pe-ngertian liturgi itu bukan pertama-tama yang kelihatan melainkan justru sebaliknya. Hal ini menyadarkan kita semua yang mungkin sampai hari ini kita memaknai liturgi hanya sebatas penampilan luar (tatalaksana rapi, koor bagus, kotbahnya hebat dan doa-doanya mengena). Ditegaskan bahwa Liturgi itu adalah tugas pelaksanaan imamat Kristus bersama dan di dalam Gereja-Nya. Kegiatan itu bukanlah kegiatan profan tetapi suatu kegiatan suci di mana Allah menguduskan manusia beriman dan umat memuji serta memuliakan Tuhan karena karya Allah yang suci itu.

Kemudian Liturgi dimengerti pada dasarnya terdiri dari sakramen-sakramen, secara kese-luruhan adalah suatu tanda yang kudus, seperti juga Gereja. Segi lahir dari liturgi merupakan tanda lahir yang berdaya guna dari suatu kenyataan adikodrati. Kedayagunaan tanda-tanda tsb. berbeda-beda sesuai dengan sifat sakramental atau non-sakramental dari tanda-tanda tsb., walaupun keduanya analog, karena kaitannya dengan kehadiran Kristus dan karya Roh Kudus. Karena itu liturgi merupakan sakramentum atau "misteri". (lih. SC 2; 5; 33;59;60)

Perayaan Liturgi Sakramen Ekaristi

Perayaan (sakramen) Ekaristi adalah pusat kehidupan kristen. Bahkan menjadi sekaligus sumber dan puncak hidup kristiani. Sebab di dalamnya terkandung puncak karya Allah un-tuk memuliakan Bapa dengan perantaraan Putera-Nya. Menghadirkan korban penebusan, yakni korban salib Kristus (satu kali untuk selamanya) yang tak berdarah di atas altar. Allah menguduskan manusia yang merayakan dan umat beriman bersyukur atas karya pengudusan Allah itu. Maka dari itu Perayaan Ekaristi juga dikatakan merupakan peringatan misteri penebusan sepanjang tahun (PUBM 1). 

Setelah kita mengerti dengan jelas dan mendalam tentang liturgi yang bukan sembarang ke-giatan tetapi kegiatan suci Allah-Gereja, selayaknyalah kalau setiap merayakan Ekaristi terutama pada Hari Raya/Hari Minggu dipersiapaan dengan baik. Dan yang perlu diingatkan kepada kita semua bahwa sebaiknyalah atau bahkan seharusnya kita jangan mudah mengubah-ubah liturgi tetapi bersedialah diubah oleh liturgi. Janganlah berkreativitas membuat liturgi yang cocok dengan diri kita tetapi marilah kita mencocokkan/ me-nyesuaikan diri dengan liturgi itu sendiri, artinya dengan tatacara dan tanda-tanda yang telah ditentukan oleh Gereja supaya membuahkan hasil yang diharapkan (pengudusan). Ingatlah prinsip "ex opera operato" yang intinya  adalah, bahwa sakramen yang diberikan oleh seorang kaum Tertahbis seperti Imam, Uskup maupun Paus akan menghasilkan rahmat dengan sendirinya karena Kristus sendirilah yang melakukannya dan tidak tergantung pada pengantara  yang memberikan sakramen-sakramen tersebut. Katekismus Gereja Katolik (KGK) menyebutkan:

No.: 1127 Sakramen-sakramen yang dirayakan dengan pantas dalam iman, memberikan rahmat yang mereka nyatakan (Bdk. Konsili Trente: DS 1605 dan 1606.). Mereka berdaya guna, karena Kristus sendiri bekerja di dalamnya; Ia sendiri membaptis, Ia sendiri bertindak dalam Sakramen-sakramen-Nya, untuk membagi-bagikan rahmat, yang dinyatakan oleh Sakramen. Bapa telah mengabulkan doa Gereja Putera-Nya, yang menyatakan imannya akan kekuasaan Roh Kudus dalam epiklese setiap Sakramen. Seperti api mengubah bahan bakar menjadi api, demikian Roh Kudus mengubah apa yang takluk kepada kekuasaannya, ke dalam kehidupan ilahi.

No. : 1128 Inilah arti dari ungkapan Gereja (Bdk. Konsili Trente: DS 1608.), bahwa Sakramen-sakramen bekerja ex opere operato [secara harfiah: "atas dasar kegiatan yang dilakukan"]. Artinya, mereka berdaya berkat karya keselamatan Kristus yang dilaksanakan satu kali untuk selamanya. Oleh karena itu: "Sakramen tidak dilaksanakan oleh kesucian manusia yang memberi atau menerima [Sakramen], tetapi oleh kekuasaan Allah" (Thomas Aqu., s.th. 3,68,8). Pada saat Sakramen dirayakan sesuai dengan maksud Gereja, bekerjalah di dalam dia dan oleh dia kekuasaan Kristus dan Roh-Nya, tidak bergantung pada kekudusan pribadi pemberi.
 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Foto Wilayah - Lingkungan