KATEKESE LITURGI (16)
MUSIK LITURGI

By RP Thomas Suratno, SCJ 23 Mar 2018, 10:33:11 WIB Surat Gembala
KATEKESE LITURGI (16)

Keterangan Gambar : KATEKESE LITURGI (16)


MUSIK LITURGI GEREJA KATOLIK ROMA – MUSIK ROHANI

Musik liturgi adalah Musik yang digubah untuk perayaan liturgi suci di mana dari segi bentuknya memiliki suatu bobot kudus tertentu seperti contohnya music/lagu: Gregorian, polifoni suci, musik liturgi untuk organ/alat musik yang sah, musik liturgi rakyat (Musicam Sacram/Musik Suci à MS 4 ). Dari pengertian itulah, dalam Sacrosanctum Concilium/Konstitusi Litugi à SC 121 diberikan batasan tentang musik liturgi sejati yang harus memiliki cirri yakni bisa untuk paduan suara besar atau kelompok koor kecil. Kemudian juga memiliki peluang untuk partisipasi aktif umat (antara lain: lagu sudah dikenal umat). Syair harus selaras dengan ajaran Katolik; ditimba dari Alkitab dan sumber-sumber liturgi.

Sedangkan Musik Rohani adalah musik yang sengaja diciptakan untuk keperluan diluar ibadat liturgy (Misa), misalnya: pertemuan kelompok devosional, pertemuan OMK, arisan-arisan ibu-ibu, rekreasi, pelatihan, pentas musik rohani, bahkan sampai dengan usaha membentuk suasana rohani di rumah atau di tempat-tempat tertentu (mobil). Musik rohani / pop rohani tidak memiliki tujuan-tujuan seperti dalam music liturgi, kalaupun ada yang menggunakannya dalam misa itu artinya ‘dipaksakan’ dengan alasan menyenang hati karena lagunya bagus dan ‘aku/kami senang melagukannya’ lalu akhirnya menjadi ‘devosi’ pribadi/kelompok dan kurang memperhatikan keterkaitan fungsi lagu dengan bagian-bagian liturgi (Misa) yang seharusnya menjadi bagian integral yang harmonis.

TUJUAN DAN FUNGSI MUSIK LITURGI

Tujuan utama dan fungsi dari musik dalam liturgi sebenarnya adalah: “Doa (yang) diungkapkan secara lebih menarik sehingga misteri liturgi, yang sedari hakikatnya bersifat hirarkis dan jemaat, dinyatakan secara lebih jelas” (MS 5). Kesatuan hati dapat dicapai secara lebih berkat perpaduan suara. Hati lebih mudah dibangkitkan ke arah hal-hal surgawi berkat keindahan upacara kudus. Seluruh perayaan dengan lebih jelas mempralambangkan liturgi yang dilaksanakan di kota suci ‘Yerusalem baru’ (eskatologis). Dari situ, musik dalam liturgi perlu diatur dan ditata, sebagaimana disebutkan dalam MS 6 yaitu: Pengaturan perayaan liturgis secara tepat menuntut pembagian yang tepat dan penampilan fungsi-fungsi tertentu bagian-bagian yang sedari hakikatnya menuntut nyanyian, hendaknya dinyanyikan dengan mempergunakan jenis serta bentuk musik yang selaras dengan corak khasnya

KRITERIA MUTU UNTUK MUSIK LITURGI MS 9 :

Hendaknya diperhitungkan kemampuan mereka yang harus menyanyikannya. Kemudian juga harus  sesuai dengan jiwa perayaan liturgis itu sendiri dan selaras dengan hakikat setiap bagian dan tidak menghalangi partisipasi aktif dari umat. MS 10: Selayaknya bentuk perayaan dan tingkat partisipasinya bervariasi sebanyak mungkin; diharapkan sesuai dengan kemeriahan pesta dan keadaan umat yang hadir. MS 11: Kemeriahan sejati liturgi: tidak tergantung semata-mata pada indahnya nyanyian atau bagusnya upacara, melainkan pada makna dan perayaan yang memperhitungkan keterpaduan perayaan liturgis dan pelaksanaan setiap bagian sesuai ciri-ciri khasnya. Bertentangan jika ada bagian yang dihilangkan, diubah, atau dibawakan dengan tidak semestinya.

Musik Liturgi adalah musik yang digunakan untuk ibadat/liturgi, mempunyai kedudukan yang integral dalam ibadat, serta mengabdi pada kepentingan ibadat. Dalam Sacrosanctom Concilium (SC) art. 112 dikatakan: “Musik Liturgi semakin suci, bila semakin erat berhubungan dengan upacara ibadat, entah dengan mengungkapkan doa-doa secara lebih mengena, entah dengan memupuk kesatuan hati, entah dengan memperkaya upacara suci dengan kemeriahan yang lebih semarak.”

Musik / nyanyian liturgi mengabdi pada partisipasi umat dalam ibadat, seperti yang diuraikan dalam SC art. 114: “Khazanah musik liturgi hendaknya dilestarikan dan dikembangkan secermat mungkin. … Para uskup dan para gembala jiwa lainnya hendaknya berusaha dengan tekun, supaya pada setiap upacara liturgi yang dinyanyikan segenap jemaat beriman dapat ikut serta secara aktif dengan membawakan bagian yang diperuntukkan bagi mereka.”  (BERSAMBUNG)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Foto Wilayah - Lingkungan