KATEKESE LITURGI (2)
Benda-benda/Peralatan Liturgi

By RP. Thomas Suratno, SCJ 22 Mar 2018, 11:21:45 WIB Surat Gembala
KATEKESE LITURGI (2)

Keterangan Gambar : KATEKESE LITURGI (2)


KATEKESE LITURGI (2)

2. Benda-benda/Peralatan Liturgi

2.1. Salib Perarakan

Menyambung katekese liturgi minggu lalu tentang mengenal gereja kita, bicara tentang SALIB BESAR di atas panti imam dan SALIB KECIL di atas altar bagian depan, saya akan meneruskan bicara tentang satu lagi tentang salib yakni SALIB PERARAKAN.

Setiap kali dirayakan Misa Kudus dalam rangka hari besar (Hari Raya Gerejani dan/pesta) biasanya diadakanlah perarakan para petugas liturgy dari Sakristi menuju altar/panti imam (PUMR 47). Bisa melalui halaman luar dapat juga hanya dalam gereja. Satu hal yang kita lihat adalah setelah Wiruk dan pembawa “ratus” (wewangian) kemudian diikuti Pembawa Salib Perarakan. Apa sebenarnya Salib Perarakan itu? Salib perarakan adalah salib (bertongkat) yang dibawa selama perarakan oleh seorang misdinar (akolit) diapit oleh dua misdinar pembawa lilin. Kemudian “sesampainya di altar, ia memajang salib di dekat altar sedemikian rupa sehingga salib itu menjadi salib altar; kalau tidak, ia memajang salib di tempat lain yang pantas”(PUMR 188). Kalau kita cermati apa yang dikatakan oleh PUMR (Pedoman Misa Ritus Romawi) mau mengatakan bahwa (1) Salib Perarakan itu digunakan selama perarakan, (2) kemudian bisa dijadikan Salib Altar, dan (3) lalu ditempatkan ditempat yang layak. Lalu bagaimana dengan pelaksanaan dalam Misa yang kita rayakan bersama di gereja ini? Dalam katekese liturgy minggu lalu sudah diterangkan tentang Salib Altar (kecil) untuk Imam yang memimpin Perayaan Ekaristi. Maka apa yang saya sebut dalam poin 2 di atas “bisa dijadikan Salib Altar” sudah tidak diperlukan lagi. Namun seandainya belum ada Salib Altar (kecil) maka poin 2 itu bisa diterapkan dan dipasang menghadap imam sebagai ganti Salib Altar yang harus dipandang oleh imam itu. Kemudian bagaimana dengan poin berikutnya tentang salib itu? Dikatakan “ditempatkan di tempat yang layak”.  Sejauh yang saya ikuti (Misa Kudus di gereja-gereja Eropa - yang pernah saya kunjungi tentunya), Salib Perarakan itu ditempatkan di belakang panti imam, bahkan tersembunyi. Mengapa? Karena seperti yang diterangkan minggu lalu, hanya dua salib saja yang diperlukan untuk Misa Kudus. Bahkan perlu ditambahkan, bila mengadakan perayaan Ekaristi di lingkungan biasanya hanya ada satu salib (agak besar – supaya kelihatan oleh umat) di “meja” altar yang dihadapkan pada umat beriman.

2.2. Bagaimana dengan ALTAR?

PUMR296 disebutkan bahwa: “Altar merupakan tempat untuk menghadirkan kurban salib dengan menggunakan tanda-tanda sakramental. Sekaligus altar merupakan meja perjamuan Tuhan, dan dalam Misa umat Allah dihimpun di sekeliling altar untuk mengambil bagian dalam perjamuan itu. Kecuali itu, altar merupakan juga pusat ucapan syukur yang diselenggarakan dalam Perayaan Ekaristi.” Dari sini jelaslah hubungan antara altar dan salib. Minggu lalu dikatakan : « fungsi salib itu sangat penting untuk mengingatkan kita akan korban salib yang buahnya adalah Ekaristi (korban salib tak berdarah di atas altar) ». Ingat Ekaristi haruslah kita ingat Salib, karena Ekaristi adalah buah dari pengorbanan Salib Yesus.

Kemudian, sebagaimana kita ketahui altar dibangun pada tempat yang sungguh-sungguh menjadi pusat perhatian, sehingga perhatian seluruh umat beriman dengan sendirinya terarah ke sana. (lih. PUMR 299). Lalu bagaimana dengan Tabernakel ? Apakah tidak menjadi pusat perhatian dalam Misa Kudus ? Di depan Tabernakel kita harus memberi hormat setinggi-tinginya, karena apa yang ada di dalamnya adalah Sakramen Mahakudus. Tetapi ingatlah bahwa bukan lagi menjadi sentral/pusat, sehingga lihatlah penempatan tabernakel sekarang di gereja kita bisa digeser ke kanan atau kekiri di sekitar panti imam. Kanon 938 § 2 hanya menyebutkan “Tabernakel, tempat Ekaristi mahakudus disimpan, hendaknya terletak pada suatu bagian gereja atau ruang doa yang mencolok, tampak, dihias pantas, layak untuk doa.” (BERSAMBUNG)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

INFO

Gereja Katolik St. Stefanus Paroki Cilandak tidak memiliki account FB/Twitter (ataupun akun medsos lainnya). Gereja Katolik St. Stefanus Paroki Cilandak tidak bertanggungjawab atas postingan di akun medsos tersebut yang mengatasnamakan Paroki Stefanus Cilandak.

Foto Wilayah - Lingkungan