KATEKESE LITURGI (25)
HARI KAMIS PUTIH PAGI

By RP. Thomas Suratno, SCJ 12 Apr 2018, 15:30:58 WIB Surat Gembala
KATEKESE LITURGI (25)

Keterangan Gambar : KATEKESE LITURGI (25)


HARI KAMIS PUTIH PAGI

Selama ini mungkin sebagian umat beriman hanya mengetahui Perayaan Hari Kamis Putih sebagai Peringatan Perjamuan Malam Terakhir yang dirayakan pada malam hari. Padahal pada pagi harinya ada Perayaan Kamis Putih yang setiap tahun diselenggaranak di Katedral atau gereja lain dan hari serta waktu yang berbeda, yang ditentukan oleh Pemimpin Gereja Setempat (Uskup). Dalam perayaan Misa Kudus Kamis Putih pagi hari ini dalam ritusnya diselenggarakan pemberkatan Minyak-minyak Suci. Minyak untuk Katekumen di beri nama O.C (Oelum Catechumenorum – Minyak untuk Katekumen) atau O.S (Oleum Sanctum – Minyak Suci). Minyak Krisma diberi nama S.C. (Sanctum Chrisma – Holy Chrism). Minyak untuk orang sakit diberi nama O.I. (Oleum Infirmorum – Minyak untuk orang sakit). Oleum Sanctum dan Sanctum Chrisma juga digunakan didalam upacara Pembabtisan. Bahan utama minyak-minyak suci itu adalah Minyak Zaitun (Olive Oil). Secara khusus untuk Minyak Krisma dalam pemberkatan dicampur dengan balsam. Pemberkatan minyak-minyak suci itu sendiri dilakukan oleh Bapak Uskup. Kemudian, sesudah Kamis Putih setiap tahun minyak yang tidak digunakan harus dibakar didalam lampu sanctuary, seperti minyak biasanya.

Dalam tradisi gereja, minyak zaitun terkenal sebagai minyak pengurapan raja-raja, dan minyak untuk penyegaran dan penyembuhan sakit penyakit. Maka minyak, karena merupakan makanan dan obat menjadi simbol dari makanan spiritual dan mengobati. Karena minyak memberikan terang, hal itu menandakan Terang dari Rahmat. Karena minyak juga digunakan untuk obat gosok, hal itu menunjukkkan memberikan kekuatan dan penyembuhan. Lalu, balsam didalam Minyak Krisma merupakan simbol dari bau manis dari kebajikan. Balsam juga digunakan sebagai obat. Secara umum semuanya dipertimbangkan menjadi bahan yang bisa menguatkan, menyembuhkan dan menenangkan. Penggunaan minyak-minyak suci tersebut dalam Gereja untuk pemberian Sakramen-Sakramen tertentu seperti Babtis, Krisma, Imamat, perminyakan pada orang sakit, tidak diragukan lagi berasal dari Gereja perdana. Bukti ini ditemukan di dalam Kitab Suci, dimana tertulis: “Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.” (Yak 5:14-15)

Pada Perayaan Misa Kudus Kamis Putih Pagi ini sekaligus dirayakan Pembaharuan Janji Imamat para imam yang berkarya dalam Keuskupan Setempat. Maka dari itu, semua imam yang ada dan berkarya di keuskupan (dan tidak berhalangan) hadir dalam perayaan tersebut untuk – disamping pemberkatan minyak-minyak suci – sekaligus para imam itu memperbaharui janji setia imamatnya. Pada saat pembaharuan janji Imamat, para imam berjanji di hadapan Uskup dan umat untuk bersatu lebih erat dengan Kristus dan menjadi serupa dengan-Nya. Mereka berjanji untuk menjadi pelayan misteri Allah dalam perayaan Ekaristi dan upacara-upacara liturgi (sakramen-sakramen) lainnya. Mereka juga berjanji setia menunaikan tugas mengajar, dengan meneladan Kristus, bukan untuk mencari hormat atau harta, tapi semata-mata karena niat luhur menyelamatkan sesama manusia. Maka dari itu Perayaan Ekaristi Kamis Putih pagi ini menjadi pesta bagi para imam karena mereka dapat memperbaharui janji imamatnya di hadapan pemimpin Gereja dan umat yang hadir pada waktu itu. Apakah umat dapat menghadiri atau ikut merayakan Misa pada saat itu? Sangat dianjurkan umat hadir dan mendoakan sambil menyaksikan peristiwa setahun sekali itu. Misa Pemberkatan Minyak-minyak Suci ini akan dilaksanakan di gereja Katedral KAJ pada hari Kamis, pada tanggal 29 Maret 2018 pada pukul 08.00 sd selesai.

Demikian tentang Misa Kamis Putih pagi yang dikenal sebagai Misa Krisma. Namun harus diingat bahwa dalam misa ini tidak ada penerimaan Sakramen Krisma, yang ada adalah pemberkatan minyak-minyak suci termasuk Minyak Krisma. Mudah-mudahan semua ini menjadi pencerahan bagi kita semua.

Oleh: RP. Thomas Suratno, SCJ




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Foto Wilayah - Lingkungan