KATEKESE LITURGI (3)
Hiasan Altar (dekorasi)

By RP. Thomas Suratno, SCJ 22 Mar 2018, 11:43:03 WIB Surat Gembala
KATEKESE LITURGI (3)

Keterangan Gambar : KATEKESE LITURGI (3)


Sesuai dengan makna dan tujuan altar dibangun dari bahan “yang bermutu, kuat dan indah” (PUMR 301) dan menjadi pusat perhatian umat Allah yang merayakan Misa Kudus, maka pada umumnya altar dihias sedemikan rupa sehingga Nampak indah dan pantas digunakan sebagai meja perjamuan. Apa yang dikatakan dalam Pedoman Umum Misale Romawi? Dikatakan bahwa “untuk menghormati perayaan-kenangan akan Tuhan serta perjamuan Tubuh dan Darah-Nya, pantaslah altar ditutup dengan sehelai kain altar berwarna putih. Bentuk, ukuran, dan hiasannya hendaknya cocok dengan altar itu. Dalam menghias altar hendaknya tidak berlebihan…. Hiasan bunga hendaknya tidak berlebihan dan ditempatkan di sekitar altar, bukan di atasnya.”(PUMR 305-306). Kemudian disebutkan juga “di atas altar hendaknya ditempatkan hanya barang-barang yang diperlukan untuk perayaan Misa, yakni sbb.: (a) dari awal sampai pemakluman Injil: Kitab Suci, (b) dari persiapan persembahan sampai pembersihan bejana-bejana: piala dengan patena, sibori, kalau perlu; dan akhirnya korporale, purifikatorium, dan Misale. Di samping itu mike yang diperlukan untuk memperkeras suara imam hendaknya diatur dengan cermat.”

Dari apa yang dikatakan di atas, jelaslah beberapa hal yang bisa katakan di sini, yakni (1) menghias altar itu perlu. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah warna kain altar itu selalu putih. Seandainya ada warna lain sesuai dengan warna liturgi yang dirayakan, sepantasnyalah kalau dibuat sedemikian rupa sehingga tidak menutupi warna putih kain altar itu. Kemudian, dikatakan dengan tegas bahwa hiasan bunga hendaknya tidak berlebihan. Maksudnya apa? Altar itu symbol penghadiran Kristus “Sang Batu Hidup” – 1 Ptr 2,4; bdk. Ef 2,20 (PUMR 298), maka harus nampak bahwa itu “batu” altar. Altar di gereja sudah terbuat dari batu dan permanen, bagus dan indah. Maka hiasan bunga yang berlebihan justeru akan menutupi dan mengaburkan makna perlambangan altar itu sendiri, mungkin – bisa jadi - akan terlihat seperti memindahkan “taman bunga” dari luar gereja ke dalam, di sekitar altar. Ingatlah bahwa liturgi kita penuh dengan simbol dan perlambangan yang rasanya perlu dijelaskan atau di-katekese-kan kepada umat.

Sekarang dengan adanya gerakan Lingkungan Hidup, kita diajak untuk mencintai, merawat dan memperindah segala sesuatu yang ada di lingkungan kita. Pastilah kita mendukungnya. Bahkan dalam rangka 40 Tahun Paroki kita, kita diajak untuk bersyukur, berbenah, dan berbagi. Dalam berbenah kelihatan bahwa gedung dan juga taman-taman sangat diperhatikan terutama dalam hal kebersihan, penempatan barang-barang, dan juga penataannya. Sekarang kelihatan rapi, bersih dan taman menjadi asri kembali. Apakah ini akan bertahan lama? Semua ini tergantung kita semua. Habitus lama haruslah diganti habitus baru, di mana kita harus cinta dan ramah lingkungan. Nah, dalam hal ini juga sudah ada yang menjalar di sekitar altar di beberapa gereja, khususnya hiasan di sekitar altar. Ada beberapa uskup yang menghimbau - (tidak mengharuskan, walau ada di antara romo yang mungkin “takut” atau « camuk » lalu mengharuskan umat mengganti hiasan bunga dengan tanaman hidup) – untuk menggunakan hiasan bunga hidup di sekitar altar. Artinya memanfaatkan tanaman bunga yang indah dalam “pot” di taman yang dapat diangkat, dipindah dan dipakai untuk dekorasi altar tanpa harus memotong (mematikan) dan membuang setelah digunakan sebagai hiasan altar. Bahkan bisa digunakan lagi di lain waktu. Bisa dikatakan bahwa hiasan bunga ini menjadi hiasan yang ramah lingkungan. (BERSAMBUNG)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

INFO

Gereja Katolik St. Stefanus Paroki Cilandak tidak memiliki account FB/Twitter (ataupun akun medsos lainnya). Gereja Katolik St. Stefanus Paroki Cilandak tidak bertanggungjawab atas postingan di akun medsos tersebut yang mengatasnamakan Paroki Stefanus Cilandak.

Foto Wilayah - Lingkungan