KATEKESE LITURGI (41)
Berapa Kalikah Kita Boleh Menerima Komuni Kudus Dalam Sehari?

By RP. Thomas Suratno, SCJ 09 Jul 2018, 08:12:28 WIB Surat Gembala
KATEKESE LITURGI (41)

Keterangan Gambar : KATEKESE LITURGI (41)


Judul di atas seringkali ditanyakan oleh beberapa atau sebagian umat yang “rajin” merayakan Ekaristi. Ketika waktunya menyambut Komuni Kudus, mereka sering merasa ragu “boleh gak ya menerima lagi?” Itulah pertanyaan yang muncul saat itu. Lalu bagaimana hal ini harus dijawab atau bagaimana bunyi aturan tentang penerimaan Komuni Kudus itu?

 

Pandangan yang salah!

Kalau ada di antara kita yang berpendapat bahwa menerima Komuni Kudus sesering mungkin atau berkali-kali dalam sehari akan menjadikan kita semakin menjadi kudus atau lebih kudus, kiranya pemahaman ini tidaklah tepat. Ingatlah bahwa Hosti kecil dan Hosti Besar itu sama arti dan nilainya, “secuil” kecil dari hosti sama nilainya dan tetaplah Tubuh Kristus. Itulah sebabnya mengapa remah-remah Hosti dalam sibori dimasukkan dalam piala dan dicampur dengan air harus diminum oleh imam yang mempersembahkan Misa pada waktu membersihkan sibori dan piala. Komuni Kudus bukanlah roti biasa tetapi “Roti yang telah turun dari surga”, Tuhan Yesus sendiri yang telah mengurbankan diri di salib satu kali untuk selamanya, dalam wujud sakramental. Buahnya bagi kita tak lain adalah pengudusan, penyucian atau “penyelamatan” manusia yang percaya kepada-Nya bila kita menyambut-Nya dengan hati yang suci dan memang layak untuk bersatu dengan-Nya. Maka dari itu sebagai umat beriman kita sungguh menghormati-Nya. Sadarilah bahwa Hosti Kudus itu bukan apa (barang) tetapi siapa (manusia/Tuhan). Maka kita harus sungguh menghomati, 

menjunjung tinggi, dan bahkan “menyembah”-Nya (khususnya yang sangat nyata terlihat dalam acara “Adorasi”). 

 

Berapa kalikah kita boleh menyambut Komuni Kudus pada hari yang sama?

Dalam dokumen IMMENSAE  CARITATIS (Wasiat Cinta yang Mahabesar) yang dikeluarkan pada tanggal 29 Januari 1973: 

“Namun demikian bisa timbul keadaan-keadaan istimewa yakni apabila umat yang telah menerima Komuni Kudus, atau imam-imam yang sudah merayakan misa, hadir pada suatu perayaan bersama. Mereka boleh menerima Komuni Kudus lagi dalam keadaan-keadaan seperti berikut ini:

1. pada misa Pembaptisan, misa sakramen Krisma, misa Pengurapan orang sakit, misa Tahbisan imam, dan misa Perkawinan, juga pada misa dengan upacara Komuni pertama. 

2. pada misa pemberkatan gereja atau altar; pada misa pengikraran kaul kebiaraan atau upacara pemberian suatu tugas “kanonik”.

3. pada misa-misa orang mati sbb.: misa pemakaman, misa yang dirayakan sesudah ada berita kematian, misa pada hari peringatan terakhir pemakaman dan misa pada ulang tahun pertama kematian.

4. pada misa agung di katedral atau di gereja paroki yang dirayakan pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dan pada hari kunjungan paroki; pada misa yang dipersembahkan oleh pembesar tertinggi suatu tarekat rohaniwan, pada kesempatan kunjungan kanonik, pertemuan istimewa atau kapitel;

5. pada misa agung dalam Konggres Ekaristi atau Konggres Maria, baik yang bertaraf internasional maupun nasional, regional maupun diosesan;

6. pada misa agung dalam suatu konggres, ziarah atau khotbah misi kepada umat,

7. pada waktu memberikan Komuni Bekal Suci: pada kesempatan ini Komuni bisa diberikan juga kepada anggota keluarga dan sahabat si sakit;

8. di samping kemungkinan-kemungkinan di atas, para wali gereja setempat juga boleh memberikan izin “ad actum” untuk menerima Komuni Kudus dua kali pada hari yang sama, setiap kali kalau menurut pertimbangan mereka hal ini memang patut dibenarkan berdasarkan keadaan-keadaan istimewa selaras dengan kaidah-kaidah yang ditetapkan dalam instruksi ini.” (BINA LITURGIA 2D, hal 350, OBOR – Jakarta 1987)

Demikianlah dokumen yang menyatakan tentang aturan berapa kali kita boleh menerima Komuni Kudus. Semoga sekarang kita tidak ragu lagi seandainya kita ingin menerima Komuni Kudus lagi dalam perayaan bersama padahal kita sudah merayakan dan menyambut Ekaristi pada hari itu.

 

Oleh: RP. Thomas Suratno, SCJ.

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Foto Wilayah - Lingkungan