MEMAKNAI WAKTU YANG TERUS BERDETAK

By Romo Laurentius Tueng, OFM 07 Des 2017, 15:50:02 WIB Surat Gembala
MEMAKNAI WAKTU YANG TERUS BERDETAK

Kita berjalan menempuh kehidupan ini dalam ruang dan waktu. Kadangkala, tidak terlalu mudah bagi kita untuk melewati waktu atau memaknai waktu yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita. Waktu terasa terlalu panjang bagi mereka yang gelisah, tapi sebaliknya, waktu terasa terlalu pendek bagi mereka yang bahagia. Namun waktu adalah keabadian bagi mereka yang bersyukur. Kata-kata yang menarik, yang memperlihatkan kepada kita, bahwa ketika mampu bersyukur dalam kehidupan ini, maka waktu itu bagi kita menjadi begitu bermakna.

Lebih lanjut, perhatikan bahwa saat kita memasuki tahun yang baru ini kita diajak untuk merefleksikan bahwa alangkah indahnya kalau kita masing-masing menyadari bahwa perjalanan kehidupan kita di dunia ini sangatlah singkat, sehingga kita tidak akan membuang waktu dan , merasa tidak puas, bersikap mencari kesalahan orang untuk membuat perjalanan hidup kita menjadi suram dengan pelbagai macam perdebatan atau dengan yang . Oleh karena itu, kita diajak untuk memberikan sebuah kebahagiaan dalam perjalanan kehidupan kita sebab“life is too short and it is up to you to make it sweet” (Hidup itu terlalu singkat dan oleh karenanya, terserah kita bagaimana membuatnya menjadi manis dan berharga).

Pertanyaan berikutnya, bagaimana supaya hidup kita yang pendek ini, bias dibuat menarik? Pertama, bagaimana kita menjadikan waktu itu sebagai suatu kesempatan untuk bertindak penuh kasih, melakukan yang terbaik dan bermanfaat bagi orang lain. Waktu itu seperti air sungai yang mengalir dimana kita tidak bias melihat permukaannya yang sama untuk kedua kalinya. Demikian juga dengan waktu yang sudah berlalu, maka ia tidak bias kembali lagi. Oleh karena itu, saat memasuki tahun yang baru ini, kita semua diajak untuk menyadari bahwa waktu sekarang ini adalah waktu yang berharga. Kedua, memasuki tahun yang baru ini kita diajak untuk melihat kedepan supaya hidup kita menjadi baru dan berarti. Ketiga, kita semua menyadari bahwa bagaimana berubah menjadi baik itu pasti ada kesulitan dan tantangan tapi janganlah membuat kita mundur, melainkan kita harus tetap maju. Keempat, bagaimana kita memberikan yang terbaik dalam pelayanan kita, di dalam kehidupan kita bersama di keluarga.

Dengan demikian tahun yang baru ini sungguh menjadi sebuah kesempatan bagi kita untuk menjadi berkat bagi sesama.

Setelah Perayaan Ekaristi, diadakan acara tukar kado yang dibungkus dengan kertas Koran. Keseluruhan acara dititup dengan menikmati anugerah dan kemurahan Tuhan dalam wujud makan malam bersama. (DW)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Jadwal Misa Jumat Pertama

Paguyupan Lansia
Jumat 05 Januari 2018
                Pk. 08.30
Umum
Jumat 05 Januari 2018
                Pk. 18.00

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Foto Wilayah - Lingkungan