Home arrow Untuk Kita Ingat
Paroki St.Stefanus
Cilandak-Jakarta

Jl. KH.Muhasyim IV no.2
Cilandak
Jakarta Selatan

telp. 021-751 2669


JADWAL
PERAYAAN EKARISTI
Senin s/d Jumat : 05.45
Sabtu : 05.45, 17.30
Minggu : 06.00, 07.45, 09.45,
    16.45, 18.45
Kapel Keluarga Nazareth
Kampung Pulo
Sabtu : 18.30
PENGAKUAN DOSA
Sabtu, 16.30-17.30


"Mari Bekerjasama Melawan Kemiskinan"

APP 2010

Untuk Kita Ingat
Kitab Hukum Kanonik (Codex Iuris Canonici) PDF Print E-mail

SUSUNAN HIRARKIS GEREJA
SEKSI I: OTORITAS TERTINGGI GEREJA
PAUS DAN DEWAN PARA USKUP'

Kan. 330Seperti Santo Petrus dan Rasul-rasul  lainnya atas penetapan Tuhan membentuk satu Dewan para Rasul, begitu pula Uskup Roma, pengganti Petrus, dan para Uskup, pengganti para Rasul, saling dipersatukan dengan cara yang serupa.

Artikel I
Paus

Kan. 331 – Uskup Gereja Roma, yang mewarisi secara tetap tugas yang secara istimewa diberikan kepada Petrus, yang pertama di antara para rasul, dan harus diteruskan kepada para penggantinya, adalah kepala Dewan para Uskup, Wakil Kristus dan Gembala Gereja universal di dunia ini, yang karenanya berdasarkan tugasnya mempunyai kuasa jabatan tertinggi, penuh, langsung dan universal dalam Gereja yang selalu dapat dijalankannya dengan bebas.

Read more...
 
Pedoman Umum Misale Romawi PDF Print E-mail

Tugas Dan Pelayanan Dalam Misa
Ekaristi adalah tindakan Kristus dan Gereja sebagai “sakramen kesatuan” yakni kudus yang berhimpun dan diatur di bawah para uskup. Oleh karena itu, perayaan Ekaristi berkaitan dengan seluruh Tubuh Gereja, mengungkapkan dan mempengaruhinya. Setiap orang yang turut merayakan Ekaristi mempunyai hak dan kewajiban untuk berpartisipasi secara aktif, masing-masing menurut cara yang sesuai dengan kedudukan dan tugasnya. Dengan cara ini, umat Kristen, “bangsa terpilih, imamat rajawi, bangsa yang kudus, umat milik Allah sendiri”, mengungkapkan keterpaduan dan tatanan hirarkisnya. Jadi semua orang entah pelayan tertahbis, entah umat beriman lainnya, hendaknya melakukan tugas yang menjadi bagiannya, tidak lebih tidak kurang.

I.          Tugas-tugas Pelayan Tertahbis.
Setiap Perayaan Ekaristi yang sah diselenggarakan di bawah pimpinan uskup. Uskup dapat memimpinnya sendiri, atau mewakilkannya kepada para pembantunya, yakni imam-imam.

Kalau uskup hadir dalam suatu Ekaristi yang dirayakan bersama dengan umat, paling tepat ia sendiri yang memimpin Ekaristi itu, sementara para imam mendampinginya sebagai konselebran. Maksud konselebrasi ini bukanlah untuk menambah kemeriahan lahiriah perayaan, melainkan untuk memperlihatkan dengan lebih jelas misteri Gereja, yakni sebagai sakramen kesatuan.

Kalau uskup tidak memimpin sendiri Perayaan Ekaristi, tetapi menugaskan seorang imam lain, hendaknya ia sendiri memimpin bagian Liturgi Sabda, dan pada akhir Misa memberikan berkat. Dalam hal ini ia hendaknya mengenakan salib dada, stola, dan pluviale di atas alba.

Read more...
 
MANUSIA SEBAGAI SIMBOL LITURGIS-Musik Liturgi PDF Print E-mail
Manusia tidak bisa melepaskan diri dari musik. Liturgi Gereja juga sejak awal mula tidak dapat melepaskan diri dari musik. Musik liturgi, musik Gereja atau musica secara termasuk salah satu unsur dan bentuk ungkapan liturgi. Pada tahun 1967, Kongregasi Suci untuk Ibadat memberikan penjelasan dalam Intruksi mengenai musik liturgi, (Musicam Sacram 4) bahwa musica sacra mencakup nyanyian gregorian, berbagai jenis musik Gereja baik yang lama maupun baru, musik Gereja orgel dan untuk alat musik lain yang diizinkan, nyanyian Gereja atau nyanyian liturgi umat dan nyanyian rohani umat.
Musik memiliki tempat atau kedudukan yang sangat penting dalam liturgi. Pentingnya musik liturgi ini dapat kita lihat berdasarkan Konstitusi Liturgi Vatikan II yang memberi satu bab tersendiri untuk menjelaskan musik liturgi (Bab VI:SC 112-121).
Berdasarkan paham Vatikan II itu, kita dapat merumuskan tempat musik dalam liturgi dalam beberapa poin.
Read more...
 
MANUSIA SEBAGAI SIMBOL LITURGIS-Waktu Liturgi PDF Print E-mail
Waktu liturgi melambangkan misteri sejarah keselamatan Allah yang memuncak dalam Misteri Paskah Yesus Kristus. Tata waktu liturgi tampak jelas dalam pengaturan Tahun Liturgi, yang dibuka  dengan Minggu Adven I, memuncak dalam perayaan Paskah  dan diakhiri dengan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Sebagai pilar penyangga tahun liturgi adalah Natal dan Paskah. Kedua Hari Raya itu didahuli dan diakhiri masa khusus.

Liturgi kita juga mengenal hari-hari raya, hari pesta, hari peringatan baik wajib maupun fakultatif dan hari biasa. Semua hari itu dengan caranya masing-masing ingin menjelaskan dan menguraikan mister Yesus Kristus. Dalam siklus mingguan, hari Minggu menjadi puncak dan memulai pekan mingguan. Hari Minggu adalah hari Tuhan (Portugis: Dominggo, Latin: Dominus) sebab pada hari itu Tuhan bangkit.

Read more...
 
MANUSIA SEBAGAI SIMBOL LITURGIS-Ruang Liturgi PDF Print E-mail
Hidup dalam sejarah berarti hidup dalam ruang dan waktu. Dalam kehidupan manusia, tata ruang dan waktu memiliki makna simbolis pula. Liturgi Gereja menggunakan simbolisasi ruang dan waktu pula. Tata ruang dan waktu liturgi melambangkan perjumpaan umat beriman dan Allah sendiri dalam Kristus di sini dan sekarang. Peristiwa perjumpaan itu benar-benar terjadi dalam dimensi ruang dan waktu.
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Results 1 - 9 of 21


.
"Santo Stefanus, Pelindung paroki kami, doakanlah kami. Amin."

St-Stefanus.or.id © 2005-2010    :::    powered by   A d A