Umat paroki yang kami kasihi,
Minggu ini adalah akhir dari lingkaran tahun liturgi. Pada puncak tahun liturgi ini kita merayakan Kristus sebagai Raja Semesta Alam, Kristus adalah Alfa dan Omega, dan minggu depan dimulai masa Advent. Apa maksud Kristus Raja Semesta Alam? Dan apa arti perayaan ini bagi kita, orang Katolik?
Gelar Kristus sebagai raja semesta alam terungkap dalam peristiwa pengadilan di depan Ponsius Pilatus penguasa Romawi waktu itu. Ini adalah bagian dari episode penderitaan Tuhan Yesus. Pertanyaan Pilatus: “Engkau inikah raja orang Yahudi?” Yesus menjawab: “Engkau mengatakan, bahwa Akulah Raja.....kemudian Yesus menjelaskan “KerajaanKu bukan dari dunia ini” (bdk Yoh 18). Oleh karena itu identitas Yesus sebagai raja tidak bisa dipisahkan dari penderitaan, wafat dan kebangkitanNya untuk keselamatan semua manusia. Identitas ini adalah sebuah pengakuan dari orang lain bukan dari Yesus sendiri. Sebuah pengakuan disebut iman kalau diungkapkan melalui mulut berasal dari hati yang tulus dan kuat, wantek tak mudah luntur. St. Paulus merumuskan pengakuan iman begini: “Kalau kamu mengaku dengan mulut, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Rm 10:9). Isi iman ini ialah “pengakuan secara eksplisit terucap melalui mulut dan pengakuan itu tidak superfisial tetapi mendalam berasal dari hati yang tulus dan kuat” bahwa Allah dalam Yesus Kristus adalah Allah yang hidup, Alfa dan Omega, awal dan akhir. Iman seperti itu yang mampu menjamin keselamatan kita. Apa arti mengimani Allah yang adalah Alfa dan Omega? Ini berarti dengan mulut secara eksplisit dalam doa, puji-pujian, kesaksian mengakui bahwa Allah adalah sumber hidup. Tidak hanya sekedar sumber hidup tetapi juga mencintai umat manusia secara manusiawi tanpa batas. CintaNya kepada manusia tidak bisa dihalangi oleh dosa dan kematian. Dia tidak hanya mencintai kita selama kita hidup di dunia, tetapi Dia mencintai kita selama-lamanya! Dia mencintai kita dari awal hidup kita hingga kekal abadi. Di dalamnya ada aspek eros dan agape. Eros artinya memiliki, terlibat dan penuh hasrat (passion). Agape artinya cinta yang memberi diri secara total dan rela berkorban. Realita cinta Allah ini semestinya membuat hati kita dipenuhi oleh keyakinan bahwa kita sangat berharga dimataNya. Kita seperti mutiara yang hilang terpendam oleh lumpur, kotoran dan sampah tetapi oleh Allah dicarinya sampai ketemu. Kita seperti anak domba yang hilang. Dia rela meninggalkan yang sembilan puluh sembilan untuk mencari yang satu itu. Setelah menemukankannya, Dia penuh sukacita yang luar biasa dan mengundang semua orang untuk menikmati bersama sukacita itu. Merayakan Iman akan Kristus raja semesta alam berarti merayakan cintakasih Allah yang tanpa batas dan tanpa syarat, unconditional love. Realisasi cinta tanpa syarat dan tanpa batas ini antara lain terwujud dalam kehadiran seorang Imam. Oleh Tuhan Yesus, Imam diberi kuasa untuk mengubah roti-anggur menjadi Tubuh dan DarahNya sebagai makanan jiwa. Diberi kuasa untuk membebaskan mereka dari belenggu dosa dan kuasa jahat. Diberi kuasa untuk mencurahkan Roh Kudus kepada umat agar mereka tetap mengarahkan hidupnya kepada kekudusan dan menjadikan Roh Kudus sebagai obor hidupnya setiap hari untuk selamanya. Kalau Allah begitu mencintai kita, apa yang kita kawatirkan? Kalau kita begitu berharga di mata Allah, apa yang menakutkan? Salam dan berkat. |