|
Written by Pastor L. Setyo Antoro, SCJ.
|
|
Saturday, 06 February 2010 |
|
Saudara-saudari yang dicintai Tuhan, Minggu ini adalah Minggu Biasa V. Ada dua hal istimewa : a). dalam kerangka Tahun imam, KAJ menetapkan hari Sabtu dan Minggu setelah Jumat I dalam bulan merupakan hari pengajaran. Hidup seorang imam selalu dalam kerangka pengutusan Gereja. Persembahan hidup merupakan komitmen yang mengikat seluruh diri. Warna persembahan diri ini adalah eklesial. b). Tetap dalam bingkai tahun imam, Sie Liturgi KAJ mengajak umat untuk merayakan Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah. Menjadikan keluarga sebagai seminarium untuk bertumbuhnya iman dan imam.
Sumber permenungan diambil dari bacaan Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah. Perikopa Injil adalah Lukas 2:22-40. Bapa Yosef dan Ibu Maria digambarkan sebagai orang tua yang taat kepada hukum Yahudi, menepati perintah hukum agama untuk menyunatkan dan menyerahkan anak pertama kepada Allah. “Seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan : “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah” (ayat 23). Kitab Keluaran 13:15 menuntut penyerahan dan penebusan anak sulung karena anak laki-laki sulung milik Allah yang telah menyelamatkan mereka, ketika anak-anak sulung orang-orang Mesir dibunuh pada malam Paskah. Imamat melukiskan upacara pentahiran seorang ibu sesudah empat puluh hari melahirkan anak. Dalam upacara ini, mereka harus mengurbankan seekor domba dan seekor burung merpati atau seekor perkutut, tetapi orang miskin boleh hanya mempersembahkan dua ekor merpati. Hal pokok yang mua disampaikan penginjil Lukas adalah penyerahan Yesus di Bait Allah. Yesus menerima suatu pengakuan lebih resmi sebagai Penyelamat yang dijanjikan kepada Israel. Simeon dan Hana adalah orang-orang Israel yang setia dan rendah hati menantikan di Bait Allah pewahyuan keselamatan Allah. Orang saleh dan benar terbuka akan inspirasi Roh Kudus. Bagi Simeon, Yesus adalah Yang Diurapi oleh Allah dan akan menjadi “terang pewahyuan kepada orang-orang yang belum mengenal Allah”. KAJ mengajak umat untuk melakukan beberapa hal sederhana tetapi penting : - Dalam doa keluarga mendoakan pelbagai kerasulan di lingkungan atau paroki dengan mendoakan petugas-petugasnya : Paus, Uskup, pastor, bruder, suster, dewan paroki inti dan pleno beserta seksi-seksi, ketua lingkungan dan koordinator wilayah.
- Menyebarluaskan Ujud Kerasulan Doa untuk Ujud Umum, karya misi, Gereja Indonesia, dan Keuskupan.
- Orangtua mendoakan anak, pasangan saling mendoakan, anak mendoakan orang tua.
- Menggiatkan dokumentasi kerasulan.
Salam dan berkat, |
|
Last Updated ( Saturday, 06 February 2010 )
|