Saudara-saudari yang dicintai Tuhan,
Tidak terasa, kita sudah memasuki Minggu Prapaskah III. Tema pertemuan masa Prapaskah III adalah Kemana Tuhan Memanggil? Tema ini mengajak kita untuk ambil bagian secara aktif dalam misi Tuhan Yesus mewartakan kabar gembira. Dalam kerangka Tahun Imam, Paus Benediktus XVI menegaskan bahwa seorang imam akan menjadi imam sejati kalau melaksanakan perutusan Sang Imam Agung : mengabarkan Kabar Gembira dengan pertobatan “habis-habisan”. Sikap dasar ini dilaksanakan secara sederhana tetapi nyata dalam diri St. Yohanes Maria Vianney. Pertobatan yang integral dan menyeluruh, membuahkan pelayanan yang diberkati Tuhan. Permenungan kita Minggu ini bersumber pada Injil Lukas 13:1-9. Kebaikan dan kesabaran Tuhan dan ajakan untuk bertobat menjadi tema pokok dalam perikopa ini.
Pertobatan, dalam hidup rohani, berarti mengalihkan dan mengarahkan seluruh hidup dan perhatian kepada Tuhan. Olah rohani ini mengarahkan kita untuk menyadari segala kekeliruan, kesalahan, dan dosa-dosa. Maka sangatlah tepat Tuhan Yesus mengajak kita untuk bertobat. Untuk kita yang menghidupi iman Kristiani dan berupaya untuk mengungkapkan dan mewujudkannya, serta merasa “nyaman” dalam situasi sekarang ini, diingatkan supaya tidak terbuai. Kita diajak untuk tetap terus mawas diri agar orientasi hidup iman tidak terbelokkan demi gengsi dan diri sendiri. Dalam ayat 1-5, kita melihat situasi “pergesekan” antara orang-orang Galilea dengan orang-orang Yerusalem. Orang-orang Yerusalem merasa hidup mereka lebih religius, maka mereka menganggap rendah orang-orang Galilea. Yerusalem ditampilkan sebagai kota yang “tidak bersih” dari kesalahan, sebagai lambang sikap saleh tetapi sombong, merasa aman, maka perlu sikap tobat dan berusaha menjadi pribadi yang bisa menerima Tuhan Yesus. Sikap tobat harus dilandasi dengan kesadaran bahwa Allah adalah Allah yang mahabaik dan maharahim. Ayat 6-9 yang memuat perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah mengingatkan kita akan cinta Tuhan Allah. Keempat ayat ini juga mengingatkan perutusan kita sebagai pemelihara kebun Tuhan. Menyiapkan lahan, menanam, memberi pupuk, membersihkan lahan menjadi tugas kita. Kita bukan pemilik tetapi pemelihara. Marilah kita mensyukuri atas waktu dan kesempatan untuk mengubah diri dan mengarahkan seluruh hidup kepada Tuhan. Marilah kita juga saling memelihara, agar khususnya dalam masa prapaskah ini iman kita bertumbuh dan berbuah. Semoga. Salam dan berkat. |