|
“Tinggallah Dalam Kasih-Ku dan Kasihilah Seorang Akan Yang Lain” |
|
Written by Pastor Antonius Purwono, SCJ
|
|
Pada suatu ketika saya mengunjungi sebuah keluarga. Keluarga tersebut sudah lanjut usia. Mereka hanya berdua menempati rumah yang sudah usang dimakan usia. Dari obrolan, diceritakan bahwa anak-anak mereka sudah berkeluarga semua. Sebagai orang tua, mereka bersyukur bahwa tugas utamanya, yakni menghantar anak-anak hingga dewasa dan bisa berdiri di atas kaki sendiri telah purna. Kesulitan, kegagalan, kesuksesan, serta jatuh bangun menjalankan tugas itu telah menyisakan kerut-kerut tua di wajah mereka. Sekarang yang ada hanyalah syukur. Syukur bahwa Tuhan yang memulai karya baik, Tuhan pula yang akan menyelesaikannya (bdk. Flp 1:6) |
|
Read more...
|
|
|
Written by Pastor Antonius Sumardi, SCJ
|
|
Tuhan Yesus menggambarkan kehidupan beriman kita dengan perumpamaan yang sangat sederhana, pohon yang tidak kokoh kuat dan tinggi besar tetapi yang sederhana dan kelihatan lemah ini mempunyai beberapa keistimewaan. Pertama: persekutuan yang kuat dan erat yang diikat oleh sulur-sulurnya. Sehingga pohon yang kecil dan ranting yang lembut itu mampu menyangga buah yang begitu banyak dan berat. Kedua: memberikan kegembiraan yang begitu besar. Walau pohon dan ranting kecil tetapi memberikan buah yang beratnya bisa tiga sampai lima kali lipat berat pohonnya sendiri; semuanya bermanfaat bagi mahkluk yang lainnya. Ketiga: buahnya memberikan kehangatan dan kesegaran yang menakjubkan; memberi energi atau semangat baru yang luar biasa kepada yang memakan atau meminumnya; menambah fitalitas yang tinggi. |
|
Read more...
|
|
|